Indonesia Women's Empowerment Program

Usaha paling mudah bagi generasi saat ini untuk melestarikan batik adalah dengan mengenakan dan bangga saat memakainya. Ariyanti, owner Batik Rian juga menyampaikan agar generasi muda mengenakan batik dan mencintai batik sebagai budaya Indonesia. Perempuan bermumur 28 tahun ini, menggeluti usaha batik turun temurun keluarganya di Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.

Souce : Instagram : Batik Rian

Batik sebagai salah satu budaya Indonesia menjadi simbol keanekaragaman budaya yang terdapat di negeri ini dan juga komoditas yang menjadi tumpuan hidup bagi para perajin serta  pengusaha batik.  Cirebon merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki identitas sebagai daerah perajin batik, dengan motif khasnya yakni mega mendung, liris, singa payung, keraton, dan sebagainya.

Pengrajin batik Trusmi merupakan pemasok batik untuk memenuhi kebutuhan Keraton. Motif batik untuk keperluan ini memiliki makna filosofis. Di samping itu pengrajin batik Trusmi juga memproduksi batik gaya pesisiran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Gaya ini lebih dinamis dalam mengikuti selera pasar tanpa harus memiliki makna filosofis.

Bekerja sebgai penyiar radio, ia berusaha agar semangatnya menekuni usaha batik tetap tumbuh di kalangan anak muda. Banyak yang mengira batik itu tidak kekinian dan kuno. Hal itu yang membuat semangatnya untuk membuat kain batik dengan motif yang pas dipakai anak muda saat ini.

Source : Instagram – Batik Rian

Ariyanti mengkreasikan batik yang dibuat bersama pengrajin di desanya, sehingga ia dapat membuka lapangan pekerjaan.  Sebagai pengusaha batik, ia pun perlu mengikuti perkembangan zaman agar batik dapat diterima berbagai kalangan. Batik Rian juga menyediakan batik tulis, batik cap dan batik printing karena batik masuk industri modern, maka batik yang dibuat agar dapat memenuhi permintaan pasar.

            Terpaan pandemi banyak mempengaruhi kegiatan perekonomian, terutama usaha batik dimana sebagian besar orang tidak melakukan perjalanan wisata dan menurunnya pembelian sandang(pakaian).. Hal ini tentu mempengaruhi sentra batik Trusmi sebagai wisata berbelanja batik di kabupaten Cirebon. Salah satu yang membuat Ariyanti bertahan dengan gejolak ekonomi yang timbul saat pandemi, yakni ia terus berinovasi, menghasilkan produk diversifikasi berbahan batik yang dicari pelanggan, seperti masker batik.

Ariyanti juga bergabung pada Rumah BUMN Cirebon yang memberikan pelatihan dan pendampingan serta kesempatan bazaar bagi pelaku UMKM. Batik Rian juga memanfaatkan media sosial agar infomasi produknya mencapai pelanggan yang bisa datang dari berbagai wilayah tapi tidak terjangkau pemasaran konvensional.